Error Ketika Melakukan Backup Data Manual Ataupun Otomatis

posted in: Troubleshoot | 0

Ingat !!! File hasil backup data akan selalu berada di komputer server.
Hanya saja, ketika melakukan pemilihan folder dan file backup di modul backup data
atau setting backup data otomatis, folder yang ditampilkan adalah
folder komputer yang menjalankan program
(jadi jika program dijalankan bukan di komputer server (artinya di komputer client),
maka folder yang ditampilkan adalah folder komputer client,
padahal hasil backup nanti akan terbuat di komputer server).

Hal ini terjadi karena backup data dilakukan langsung melalui sql server
sehingga filenya akan terbuat di komputer server, sedangkan pemilihan folder
untuk backup manual, ataupun setting backup otomatis dilakukan di komputer client,
dan program yang dijalankan di komputer client tidak dapat meng-akses
nama drive dan folder yang ada di komputer server sehingga menampilkan
drive dan folder yang ada di komputer client.

  1. Jadi untuk menghindari kebingungan, cara mudahnya adalah
    lakukan backup manual atau pemilihan setting backup otomatis di komputer server
  2. Jika melakukannya di komputer client, maka ingat bahwa file hasil backup data selalu terjadi di komputer server.
    Jadi jika drive atau folder untuk backup data di komputer server tidak ada di komputer client,
    maka langsung saja ketikkan drive dan folder yang dimaksud di kotak textbox untuk backup manual.Contoh :
    Di komputer server mau dibackup ke d:backup.
    Sedangkan di komputer client hanya ada drive c saja.
    Maka langsung saja ketikkan “d:backup” di alamat file backup untuk setting backup otomatis
    (menu => master => setting aplikasi => setting => default alamat file backup),

    atau ketikkan seperti “d:backupBackupDataBASPlus20120325.BAK”
    di textbox untuk alamat file untuk backup manual
    (menu => backup/restore=> backup data)

  3. Untuk memastikan jalan, coba dulu matikan semua firewall
    di komputer server dan komputer client, dan coba menggunakan
    user administrator di komputer server dan client.Jika hal ini menyebabkan backup data berhasil,
    maka baru coba aktifkan kembali firewall di komputer server
    dan komputer client dan coba lagi sambil mencari pengecualian firewall yang harus dilakukan,
    ataupun mencoba mencari permission user yang harus diberikan.
  4. Pastikan drive untuk backup di komputer server bukan merupakan drive cd/dvdrom di komputer client.
    Hal ini akan menyebabkan error backup.Contoh : 
    di komputer server mau dibackup ke d:backup,
    sedangkan drive d di komputer client adalah merupakan cd/dvdrom.
    Maka pindahkan drive cd/dvdrom ke drive lain di komputer client.

    Caranya :
    ke control panel => administrative tools => computer management.
    Pilih disk management di bawah storage, maka akan terlihat semua hdd dan cd/dvdrom yang ada beserta drivenya.
    Pilih cd/dvdrom tadi, dan klik kanan, lalu pilih “Change drive letters and paths…”,
    setelah itu akan keluar satu kotak windows, dan pilih button “change” dan assign drive yang diinginkan dari d: ke drive lain (misalnya h:).
    Setelah semua ok, harusnya backup sudah bisa berjalan.

Leave a Reply